Jun 25 2016

Tradisi Unik Menyambut Malam Lailatul Qadar di Indonesia

Tak terasa sekarang puasa kita sudah memasuki hari ke-20 Ramadhan, umat muslim di seluruh dunia tengah menyiapkan diri untuk menyambut malam Lailatul Qadar “Malam Seribu Bulan”. Malam Lailatul Qadar menurut Al-Quran datang saat bulan Ramadhan memasuki tahap akhir yaitu 10 hari terakhir bulan Ramadhan dan pada malam-malam ganjil. Bagi seluruh umat muslim tentunya tidak ingin membuang kesempatan ini secara sia-sia, di malam Lailatul Qadar ada satu malam yang di istimewakan oleh Allah SWT karena pada malam tersebut segala bentuk amal ibadah kita di lipat gandakan pahalanya layaknya beribadah selama seribu bulan.

Karena Negara Indonesia kita yang tercinta ini kaya akan budaya dan tradisi, termasuk dalam menyambut malam Lailatul Qadar macam cara secara suka cita. Penasaran ada apa saja tradisi menyambut malam Lailatul Qadar di Indonesia ? Yuk simak terus artikel di bawah ini …

Tradisi Menyambut Malam Lailatul Qadar di Indonesia

  • Tradisi Selikuran Masyarakat Jawa

tradisi lailatul qadarSelikuran berarti 21 jika dalam Bahasa Indonesia. Pada tradisi selikuran ini khususnya di Keraton Surakarta sering mengadakan pawai mengarak seribu tumpeng ke masjid Agung Surakarta. Nasi tumpeng merupakan simbol do’a atau bentuk selamatan agar selalu berada di jalan yang benar.

  • Tradisi Maleman di Lombok

tradisi lailatul qadar malemanKita beralih ke Lombok terdapat tradisi yang sering dilaksanakan pada tanggal malam ke-21 sampai dengna malam ke-29 yang disebut dengan istilah “Maleman selikur, telu likur sampai maleman siwak likur” pada tradisi ini masyarakat Lombok berbondong-bondong menyalakan lampu atau dila/jokor. Dalam bahasa Sasak, Dila atau Jojor merupakan lampu/penerangan. Dila jojor berbentuk seperti obor kecil yang terbuat dari sebatang bambu yang sudah dibentuk seperti tusukan sate namun dengan ukuran yang lebih besar, kemudian beri bahan getah dan biji jarak yang ditumbuk dan dipadukan dengan kapas. Lalu kapas itulah yang dililitkan ke batang tersebut. Dila jojor biasanya diletakan di tembok rumah, pintu gerbang, jalanan lampu rumah atau di arak oleh anak-anak keliling kampung. Dila jojor dinyalakan seusai buka puasa sambil membacakan salawat kepada Nabi Muhammad dan berdo’a agar senantiasa bertemu dengan malam Lailatul Qadar.

  • Tradisi I’tikaf di Mesjid Ala Masyarakat Makassar

tradisi lailatul qadar itikafBerbeda dengan hal nya masyarakat Lombok dan Jawa, tradisi masyarakat Makassar dalam menyambut malam Lailatul Qadar yaitu memadati masjid-masjid untuk berburu berkah malam Lailatul Qadar dengan cara melakukan i’tikaf di masjid untuk melaksanakan shalat malam, dan biasa kembali ke rumah setelah selesai shalat subuh.

  • Festival Ela-Ela Masyarakat Ternate

tradisi lailatul qadar ela-elaTradisi yang sudah dilakukan sejak ratusan tahun silam ini sangat disambut dengan sumringah oleh masyarakat Islam di Ternate. Pada tradisi ini biasanya diawali dengan pembacaan do’a di Kedaton Kesultanan Ternate. Kemudian dilanjutkan dengan pembakaran obor atau yang disebut dengan Ela-Ela. Seluruh warga ternate memasang obor di halaman rumah mereka sampai pagi. Tradisi ini biasanya dilakukan pada malam 27 Ramadhan karena mereka meyakini pada malam tersebut malaikat turun dari langit, oleh karena itu masyarakat menyambutnya dengan cara menerangi kampung untuk menggunakan obor dan mengharumkan nya dengan damar.

  • Tradisi Luk Culuk di Madura

tradisi lailatul qadar luk culukLuk-culuk berasal dari kata “colok” yang berarti obor. Tradisi ini sudah dilaksanakan oleh nenek moyang kita namun tidak tahu tepatnya kapan tradisi ini dimulai. Tradisi ini bertepatan dengan malam ke-21 atau malam ke-27 bulan Ramadhan. Ratusan pemuda-pemudi dan anak-anak desa akan berkumpul di tanah lapang dengan menggunakan atribut lengkap, baju koko, sarung dan kopiah bagi laki-laki dengan membawa masing0masng obor yang terbuat dari berbagai alat. Ada yang terbuat dari bambu bahkan dari tangkai pohon pepaya yang telah di isi dengan minyak tanah dan disumpal dengan menggunakan kain agar menyala. Tradisi ini tentunya memiliki nilai-nilai spiritual dan sosial yang cukup kental.

  • Tradisi Lampu Colok Ala Masyarakat Riau

tradisi lailatul qadar lampu colokDalam bahasa melayu “Colok” disama artikan dengan pelita, yaitu sebuah alat penerangan yang menggunakan minyak tanah dan sumbu kompor. Tradisi lampu colok ini dilakukan dalam rangka memperingati malam Lailatul Qadar dan menyambut takbir lebaran sebagai wadar untuk menambah silaturahim, karena masyarakat akan berbondong-bondong melihat hiasan lampu colok yang disusun rapi membentuk sketsa-sketsa yang indah.

Baca Juga : Mengenal 5 Kesenian Dari Jawa Yang Berbau Mistis

Demikian lah tradisi unik di berbagai daerah di Indonesia untuk menyambut malam Lailatul Qadar, apa tradisi di daerah mu ? Semoga apapun tradisi nya dapat menambah pundi-pundi pahala kita saat malam Lailatul Qadar tiba. Semoga puasanya tetap lancar. SEMOGA BERMANFAAT

| Tradisi Unik Menyambut Malam Lailatul Qadar di Indonesia

  • Menelisik Kehidupan Pejuang Kita Di Pengasingan Boven Digoel

    Diasingkan di tempat pengasingan, bukan hal baru bagi para pejuang kita dulu. Bahkan ini sudah menjadi hal yang lumrah dan pengasingan tersebut...

  • Fakta-fakta Orang Suku Baduy Yang Jarang Diketahui

    Jika kita menelisik lagi tentang kehidupan orang-orang suku pedalaman, tentu akan menjadi minat tersendiri juga menambah pengetahuan kita, benar kan? Nah seperti...

  • Sederet Fakta Yang Harus Anda Ketahui Dari Mumi Di Papua

    Salah satu budaya Papua yang terbilang cukup ekstrim namun membuat kagum tidak lain adalah mumi. Kepatuhan pada tradisi dari cara bagaimana mereka...

  • Adat Budaya Betawi-Portugis Ini Masih Dilakukan Orang Betawi

    Apa yang Anda pikirkan tentang adat budaya DKI Jakarta? Betawi pasti salah satu yang terlintas dalam pikiran ANda. Namun, belum banyak yang...