Oct 17 2016

Tradisi Ritual Dukun Pengantin Di Jawa

Dalam tradisi pengantin dan pernikahan Jawa, salah satu hal yang menarik biasanya terdapat Dukun Manten atau dukun pengantin. Duku Manten ini sebenarnya sebutan bagi orang-orang yang sudah ahli dalam merias pengantin.

Perias pengantin di Jawa ternyata sangat unik. Mereka memiliki ritual khusus sebelum melaksanakan tugas mereka sebagai perias pengantin. Hal ini dilakukan sebagai tugas utama serta membawa mereka dalam ritual penikahan yang sangat sakral seperti halnya tradisi perkawinan di Jawa. Jadi, ritual-ritual yang dilakukan para Dukun Manten pun memang sudah sepatutnya dilakukan.

Ritual yang dilakukan Dukun Manten yang sampai saat ini masih sering dilaksanakan, antara lain:

Tradisi Ritual Dukun Pengantin Di Jawa

1. Dukun Manten wajib berpuasa.

Seperti namanya, Dukun Manten (dukun pengantin) hanya berugas sebagai perias pengantin yang berugas tidak hanya pada saat hari pernikahan. Tapi berhar-hari bahkan sebelum perlaksanaan hari H dilakukan. Tentunya hal ini dilakukan agar pernikahan bisa berjalan dengan lancar. Hal pertama yang dilakukan adalah ikut dalam perkenalan pihak pengantin dan keluarga. Akan ada sedikit pembahasan mengenai seputar adat dan ritual pernikahan yang akan dilakukan pengantin. Dan hal inilah yang menjadi tugas seorang Dukun Manten untuk memberikan arahan serta beragam perlengkapan yang diperlukan serta beberapa alat yang bisa menjadi simbol pernikahan tertentu.

Dengan dilakukannya hal tersebut, calon pengantin akan mengerti dan tidak akan asal-asalan dalam melakukan ritual. Baru setelahnya Dukun Manten akan berpuasa dengan tujuan hasil riasan pada pengantin nanti bisa semaksimal mungkin pengerjaannya. Pasangan pengantin akan menjadi Raja dan Ratu dalam sehari. Secara langsung hal tersebut juga dipengaruhi dari penampilan pengantin yang harus luar biasa dan menjadi pusat perhatian para tamu undangan yang hadir.

2. Menyiapakan Sesaji.

Dalam adat istiadat Jawa, sebagian orang telah mengenal bahwa ritual-ritual sesaji yang saat ini sudah tidak banyak dilakukan karena bertentangan dengan ajaran agama. Namun sebagian besar tentu masih melakukan ritual sesaji. Salah satunya adalah ritual sesaji yang dilakukan Dukun Manten dengan merias kamar pengantin serat meletakan berbagai macam bunga, dupa yang diletakkan di sudut ruangan yang nantinya akan jadi tempat berhias pengantin. Selain itu, Dukun Manten yang merias kamar juga merapalkan doa-doa saat menaruh sesaji. Mereka melakukannya dengan permohonan agar Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kelancaraan saat melaksanakan tugasnya dalam merias.

Saat pelaksanaan merias pengantin, biasanya pengantin wanita akan diminta untuk duduk diatas tikat yang telah dialasi kain putih sebelumnya. Dibawah tikar tersebut sudah terdapat beberapa daun alang-alang. Sedangkan sesaji yang diletakkan biasanya terdiri dari kelapa kuning, kemiri berkulit 3 biji, keluwak 3 biji, kacang-kacangan, jagung, beras, kain letrek, kaca kecil, bedak, minyak wangi, telur ayam kampung, gula Jawa sepasang, benang lawe, kendi air, jodhog, seperangkat sirih, kembang boreh, pisang raja sepasang. Setelah berdoa dan pengantinnya siap, barulah riasan akan diberikan.

3. Merias Menurut Pakem.

Dukun Manten adalah perias handa yang melakukan periasaan saat menggambar Paes (riasan di dahi pengantin) yang merupakan simbol dari kedewasaan perempuan. Selain itu, sebagai bentuk dari pengharapan agar kelak pengantin wanita derajatnya akan ditinggikan dan menjadi pasangan yang selalu harmonis. Begitupun dengan menyanggul, ukuran sanggul harus pas dengan bentuk wajah dan tubuh pengantin tersebut.

Tradisi Ritual Dukun Pengantin Di Jawa

4. Sembaga.

Dengan tangan ahli sang Dukun Manten, pengantin wanita akan tampil lebih cantik dan menawan. Paes serta sanggul yang dipakaikan terlihat seperti sebuah mahkota bertahtakan emas serta membuat pengantin wanita layaknya bidadari.

Bahkan setelah merias pun tugas dari Dukun Manten belum selesai begitu saja. Masih ada ritual penutupan yang harus dilakukan, salah satunya adalah Sembaga. Tradisi itu berupa pengucapan doa-doa setelah merias, lalu meniup ubun-ubun pengantin sebanyak 3 kali.

Baca juga : Mengenal Seni Tutur Unik Dari Sumatera Selatan

Itu dia keempat Tradisi Ritual Dukun Pengantin Di Jawa yang cukup unik juga ternyata. Dukun Manten benar-benar menghargai apa yang menjadi tugasnya tersebut. Salut!

  • Menelisik Kehidupan Pejuang Kita Di Pengasingan Boven Digoel

    Diasingkan di tempat pengasingan, bukan hal baru bagi para pejuang kita dulu. Bahkan ini sudah menjadi hal yang lumrah dan pengasingan tersebut...

  • Fakta-fakta Orang Suku Baduy Yang Jarang Diketahui

    Jika kita menelisik lagi tentang kehidupan orang-orang suku pedalaman, tentu akan menjadi minat tersendiri juga menambah pengetahuan kita, benar kan? Nah seperti...

  • Sederet Fakta Yang Harus Anda Ketahui Dari Mumi Di Papua

    Salah satu budaya Papua yang terbilang cukup ekstrim namun membuat kagum tidak lain adalah mumi. Kepatuhan pada tradisi dari cara bagaimana mereka...

  • Adat Budaya Betawi-Portugis Ini Masih Dilakukan Orang Betawi

    Apa yang Anda pikirkan tentang adat budaya DKI Jakarta? Betawi pasti salah satu yang terlintas dalam pikiran ANda. Namun, belum banyak yang...