May 28 2016

Keunikan Tas “Noken” Khas Papua yang Diakui UNESCO

Siapa sih yang tidak kenal dengan Papua ? Salah satu provinsi dan pulau yang berada di wilayah Indonesia Timur ini memiliki banyak keunikan dan budaya yang sangat menarik. Tak hanya terkenal dengan wisata bahari nya yang indah, Papua juga terkenal dengan tas nya yang unik bernama “Noken” yang cukup menyita perhatian karena telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Penasaran seperti apa bentuk dari Noken ? Yuk simak terus uraian berikut ini :

  • Terbuat dari Serat Kayu dan Diletakkan di Kepala

tas nokenNoken diambil dari bahasa Biak dari kata inokson atau inoken yang merupakan tas asli dari Papua yang terbuat dari serat kulit kayu, uniknya tas ini disangkutkan di kepala dan bagian kantungnya menjuntai dari kepala hingga ke punggung tidak dipundak seperti tas pada umumnya. Hal ini lah yang membuat noken masuk ke dalam salah satu warisan budaya yang diakui UNESCO pada tanggal 4 Desember 2012.

  • Kegunaan Noken Untuk Membawa Hasil Pertanian Bahkan Menggendong Anak

tas noken2Noken biasanya diisi dengan hasil perhatian, seperti umbi-umbian, sayur-sayuran atau barang-barang yang akan dijual di pasar. Bahkan sebagian wanita disana menggunakan noken untuk menggendong anak. Wanita papua memang sangat hebat dan kuat bisa membawa beban dengan tas di sangkutkan di kepalanya. Tak hanya digunakan para orang dewasa, noken juga digunakan oleh anak sekolahan dan mahasiswa utnuk membawa buku dan peralatan tulis lainnya.

  • Filosofi Di Balik Noken

tas noken3Walupun hanya sekedar tas, tapi noken berbeda dan memiliki filosofi tersendiri yaitu memiliki simbol kehidupan yang baik, perdamaian dan kesuburan bagi masyarakan di sekitar tanah Papua terutama di daerah Pegunungan Tengah Papua seperti suku Mee/Ekari, Damal, Yali, Dani, Lani dan Bauzi. Noken juga menjadi simbol kedewasaan seorang wanita. Dahulu bisa membuat Noken digunakan sebagai syarat bagi wanita Papua ingin menikah dengan kekasihnya. Bila tidak bisa membuat Noken maka belum bisa menikah.

Pembuatan noken pun cukup rumit karena tidak menggunakan mesin. Jadi kayu diolah, dikeringkan dan kemudian dipintal menjadi benang, variasi warnanya pun dibuat dari pewarna alami. Proses pembuatannya bisa mencapai 1-2 minggu untuk ukuran sedang, untuk ukuran yang besar bisa mencapai 3 minggu. Di daerah Sauwadarek, Papua masih banyak kita temukan pembuat Noken secara langsung harganya pun relatif murah berkisar 25rb s/d 50rb per buah sesuai dengan jenis dan ukuran.

Baca Juga : 6 Adat Pernikahan Dengan Mahar Paling Mahal di Indonesia

Sangat menarik bukan ? Sudah selayaknya kita melestarikan Noken agar tidak punah dan menjadi warisan budaya yang dilestarikan keberadaannya. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda. SEMOGA BERMANFAAT

| “Noken” Tas Unik Khas Papua yang Telah Diakui UNESCO

  • Menelisik Kehidupan Pejuang Kita Di Pengasingan Boven Digoel

    Diasingkan di tempat pengasingan, bukan hal baru bagi para pejuang kita dulu. Bahkan ini sudah menjadi hal yang lumrah dan pengasingan tersebut...

  • Fakta-fakta Orang Suku Baduy Yang Jarang Diketahui

    Jika kita menelisik lagi tentang kehidupan orang-orang suku pedalaman, tentu akan menjadi minat tersendiri juga menambah pengetahuan kita, benar kan? Nah seperti...

  • Sederet Fakta Yang Harus Anda Ketahui Dari Mumi Di Papua

    Salah satu budaya Papua yang terbilang cukup ekstrim namun membuat kagum tidak lain adalah mumi. Kepatuhan pada tradisi dari cara bagaimana mereka...

  • Adat Budaya Betawi-Portugis Ini Masih Dilakukan Orang Betawi

    Apa yang Anda pikirkan tentang adat budaya DKI Jakarta? Betawi pasti salah satu yang terlintas dalam pikiran ANda. Namun, belum banyak yang...