Jan 2 2017

Menelisik Kembali Kehidupan Suku Polahi Dulu Dan Sekarang

Suku Polahi, salah satu suku yang berada di pedalaman hutan Sulawesi ini hidup disekitar Gunung Boliyohuto, Gorontalo. Polahi, adalah suku yang disebut-sebut enggan untuk hidup berbaur dan hidup bermasyarakat. Selain itu, banyak sekali cerita yang menarik dari suku ini yang patut kita kenali lebih dalam termasuk bagaimana kehidupan masyarakatnya serta tradisinya. Lalu bagaimana kehidupan mereka sampai sekarang? Apakah masih sama atau tidak berubah sama sekali? Untuk itu mari kita Menelisik Kembali Kehidupan Suku Polahi Dulu Dan Sekarang lewat sajian lengkap dari website Budaya Ijo Muda kali ini.

Menelisik Kembali Kehidupan Suku Polahi Dulu Dan Sekarang

Sejarah suku Polahi.

Dalam catatan sejarah yang mudah ditelusuri dari suku Polahi, diketahui jika suku ini adalah warga Gorontalo yang terisolir di hutan pedalaman. Kawasan tempat tinggal mereka awalnya adalah kawasan hutan yang berada di Desa Bina, Gorontalo. Namun karena alasan tidak ingin ditindas lebih banyak oleh para penjajah, akhirnya keseluruhan suku berpindah masuk kedalam hutan yang lebih dalam. Karena kejadian inilah, alasan pemberian nama Polahi oleh warga Gorontalo pada suku tersebut, dimana Polahi berarti “pelarian” mengingat pada masa penjajahan Belanda tersebut masyarakat Gorontalo sedang berjuang mengusir para penjajah yang memaksa mereka untuk kerja paksa dan meminta uang upeti. Kehidupan suku Polahi yang harus beradaptasi dengan kehidupan di rimba terus mereka lakoni bahkan setelah Indonesia bebas dari penjajahan. Orang-orang suku ini juga dikenal mempunyai sikap antipenjajah yang terbawa secara turun temurun, dimana orang lain diluar Polahi akan dianggap sebagai penjajah dan penindas.

Mengenal kehidupan Suku Polahi.

Pada awalnya Suku Polahi tidak mengenal pakaian, bahkan untuk menutup kemaluannya mereka menggunakan cawat dari daun woka atau kulit kayu, sementara pada bagian dada dibiarkan telanjang. Hal tersebut juga berlaku bagi para wanitanya. Ada banyak cerita menarik yang dapat diungkap dari suku yang masih tradisional ini, salah satunya adalah kepercayaan yang berbau mistis yang banyak beredar di masyarakat. Salah satu diantaranya berbagai kepercayaan mengenai ilmu kesaktian yang dimiliki Polahi yaitu dapat menghilang dari pandangan orang, dapat bertahan hidup di tengah hutan belantara hingga mempunyai kemampuan dapat berjalan dengan sangat cepat.

Kehidupan terasingkan yang suku Polahi jalani membuat tingkah polah tidak terjangkau oleh etika sosial, agama dan pendidikan bahkan keturunan Polahi tidak mengenal baca tulis dan juga tidak menganut agama apapun. Dalam berkomunikasi, mereka menggunakan bahasa Gorontalo dialek khas Polahi. Sementara rumah yang mereka jadikan sebuah tempat untuk berteduh berupa sebuah gubuk berukuran kecil dengan beratapkan dedauanan tanpa dilengkapi oleh dinding.

Dalam kehidupan suku Polani juga dikenal sebuah tradisi yang masih dianggap tabu dikalangan masyarakat pada umumnya. Suku ini membentuk kebiasaan dengan suatu keluarga dengan menganut perkawinan sedarah atau istilah modern saat ini disebut incest. Adat yang berkembang di Polani memang memperbolehkan sesama saudara kandung (yang mempunyai status kakak dan adik dalam keluarga) diperbolehkan untuk menikah. Kondisi ini dinilai cukup rumit dalam kaitannya dengan susunan kekerabatan karena mereka tidak hanya berperan sebagai seorang anak tetapi juga sebagai menantu. Bukan hanya itu ayah ataupun ibu juga diperbolehkan untuk menikahi anak-anak mereka sendiri.

Menelisik Kembali Kehidupan Suku Polahi Dulu Dan Sekarang

Perkembangan suku Polahi sampai detik ini.

Seiringan dengan bejalannya waktu diketahui bahwa pada saat ini penduduk Suku Polahi sudah banyak perkembanganan. Jika dulu suku Polahi sebagai suku yang tidak mengenal pakaian maka pada saat ini diketahui sebagian besar dari mereka sudah menggunakan pakaian umum seperti masyarakat biasanya. Bukan hanya itu saja, perubahan lainnya terjadi pada pandangan warga pada suku ini. Dulu, warga akan merasa takut jika bertemu dengan salah satu dari Polahi namun sekarang beberapa warga bahkan diketahui menumpang di rumah mereka untuk beristirahat ketika berada di dalam hutan. Cerita mistis dan misteri yang meliputi suku ini pun sedikit demi sedikit berkurang.

Kehidupan mereka pun akhirnya sudah tidak mengasingkan diri, di beberapa kesempatan, warga suku Polahi akan turun gunung menuju ke pasar desa untuk berbelanja maupun menjual hasil kebun. Beberapa dari mereka bahkan menawarkan jasa menjadi buruh angkut barang bagi penambang yang melewati permukiman suku Polahi. Walaupun masih terbatas dalam pemahaman akan penggunaan teknologi, namun berbagai aktivitas yang dilakukan menunjukan bahwa mereka telah membuka diri terhadap peradaban sosial. Selain telah mengenal bagaimana nilai tukar uang, suku Polahi juga semakin baik dalam penggunaan alat-alat teknologi modern seperti telepon seluler. Mengenai bentuk hunian juga kabarnya mereka sudah banyak berubah walaupun tidak secara keseluruhan. Ada beberapa diantaranya yang mempertahankan tradisi suku Polahi salah satunya adalah perkawinan sedarah.

Itu dia sekelumit ulasan dari kehidupan suku Polahi, Gorontalo. Semoga bermanfaat!

  • Menelisik Kehidupan Pejuang Kita Di Pengasingan Boven Digoel

    Diasingkan di tempat pengasingan, bukan hal baru bagi para pejuang kita dulu. Bahkan ini sudah menjadi hal yang lumrah dan pengasingan tersebut...

  • Fakta-fakta Orang Suku Baduy Yang Jarang Diketahui

    Jika kita menelisik lagi tentang kehidupan orang-orang suku pedalaman, tentu akan menjadi minat tersendiri juga menambah pengetahuan kita, benar kan? Nah seperti...

  • Sederet Fakta Yang Harus Anda Ketahui Dari Mumi Di Papua

    Salah satu budaya Papua yang terbilang cukup ekstrim namun membuat kagum tidak lain adalah mumi. Kepatuhan pada tradisi dari cara bagaimana mereka...

  • Adat Budaya Betawi-Portugis Ini Masih Dilakukan Orang Betawi

    Apa yang Anda pikirkan tentang adat budaya DKI Jakarta? Betawi pasti salah satu yang terlintas dalam pikiran ANda. Namun, belum banyak yang...