Feb 7 2017

Menelisik Kehidupan Pejuang Kita Di Pengasingan Boven Digoel

Diasingkan di tempat pengasingan, bukan hal baru bagi para pejuang kita dulu. Bahkan ini sudah menjadi hal yang lumrah dan pengasingan tersebut dilakukan karena pejuang kita yang melawan dan tidak mau tunduk pada penjajah. Namun tetap saja pengasingan yang dilakukan menjadi hal yang tidak bisa terelakan dalam sejarah. Bahkan presiden kita kala itu, Ir. Soekarno saja, beberapa kali diasingkan oleh penjajah ke berbagai tempat.

Salah satu tempat pengasingan yang pernah ada di Indonesia yaitu Boven Digoel. Pernah mendengar sebelumnya tentang nama tempat ini? Boven Digoel merupakan tempat pembuangan yang terletak di tanah Papua bagian selatan. Lokasi tepatnya berada di hulu Sungai Digoel. Banyak dari para pejuang kita yang pernah diasingkan di tempat tersebut, salah satunya adalah Bung Hatta. Menurut kabar, kehidupan di Boven Digoel ini begitu miris. Kurang lebih tidakk ada bedanya dari kamp konsentrasi yang ada di berbagai negara. Lalu, seperti apakah kehidupan orang buangan ini di sana? Simak ulasan menarik berikut ini.

Menelisik Kembali Kehidupan Pejuang Kita Di Pengasingan Boven Digoel

— Kawasan Boven Digoel Terletak di Pelosok Belantara Papua.

Boven Digoel letaknya berada cukup jauh Merauke, jarak yang harus ditempuh adalah sejauh 410 km. JBoven Digoel memang masih terletak di dalam belantara. Untuk sampai di kamp pengasingan ini kita bisa naik kapal, tapi akan sangat memakan waktu karena bisa sampai dalam seminggu.

Boven Digoel awalnya memang kawasan hutan belantara, baru pada 12 November 1926 dibukalah kamp pengasingan ini untuk membuang para pejuang yang dianggap membangkang peraturan Belanda.

— Menjadi Tempat Pengasingan Pemberontak PKI dan Pejuang Pergerakan Nasional

Lokasi Boven Digoel yang terpat berada di tengah hutan belantara sengaja dipilih oleh Belanda untuk membuang para pembangkang. Tercatat sekitar lebih dari ribuan orang pernah dibuang ke sini. Beberapa tokoh terkenal bahkan Bung Hatta, Sutan Syahrir, dan Sayuti Melik juga pernah menapaki kawasan pengasingan di belantara tersebut. Lahan seluas 10.000 hektar ini dibagi menjadi beberapa bagian yaitu Tanah Merah, Gudang Arang, dan Tanah Tinggi.

Kloter pertama tiba pada tahun 1927 dari Banten. Mereka tiba dengan kendaraan kapal yang memuat sebanyak 1300 orang. Rombongan pertama ini datang pada bulan Januari. Pada Maret 1927 menyusul ratusan orang tiba di kamp ini. Bung Hatta sendiri diasingkan di Boven Digoel pada tahun 1934.

Menelisik Kembali Kehidupan Pejuang Kita Di Pengasingan Boven Digoel

— Kehidupan Para Pejuang di Boven Digoel.

Para pejuang yang dibuang di Boven Digoel hidup di kawasan tersebut dengan perjuangan. Untuk bertahan hidup saja mereka harus membangun rumah sendiri. Di sini mereka juga harus bekerja agar bisa mendapat jatah makanan. Kamp pembuangan Boven Digoel memang tidak dilindungi oleh tembok tinggi atau pagar kawat. Namun, siapapun yang mencoba kabur dari sini dipastikan akan meninggal karena diserang binatang buas atau tertangkap kembali oleh penjaga.

Menelisik Kembali Kehidupan Pejuang Kita Di Pengasingan Boven Digoel

Di Boven Digoel mereka juga harus hidup dengan kesepian dan keterasingan. Belum lagi serangan nyamuk yang menyebabkan penyakit Malaria. Tercatat sudah banyak orang buangan yang meninggal gara-gara penyakit ini. Selain Malaria, penyebab kematian para tawanan lainnya yaitu kelaparan. Banyak dari mereka yang mencoba kabur ke Australia, tapi tidak semuanya berhasil. Orang buangan di Boven Digoel juga harus waspada dengan suku asli yang masih liar.

Meskipun tidak adanya praktik siksaan dan pembunuhan di Boven Digoel, namun tempat ini juga bisa disebut sebagai kamp konsentrasi ala Belanda. Siapapun manusia yan hidup disini disiksa dengan kesepian dan perasaan asing yang berkepanjangan. Pasti tersiksa sekali merasakan kesepian dalam rentang waktu yang lama.

Menelisik Kembali Kehidupan Pejuang Kita Di Pengasingan Boven Digoel |

  • Fakta-fakta Orang Suku Baduy Yang Jarang Diketahui

    Jika kita menelisik lagi tentang kehidupan orang-orang suku pedalaman, tentu akan menjadi minat tersendiri juga menambah pengetahuan kita, benar kan? Nah seperti...

  • Sederet Fakta Yang Harus Anda Ketahui Dari Mumi Di Papua

    Salah satu budaya Papua yang terbilang cukup ekstrim namun membuat kagum tidak lain adalah mumi. Kepatuhan pada tradisi dari cara bagaimana mereka...

  • Adat Budaya Betawi-Portugis Ini Masih Dilakukan Orang Betawi

    Apa yang Anda pikirkan tentang adat budaya DKI Jakarta? Betawi pasti salah satu yang terlintas dalam pikiran ANda. Namun, belum banyak yang...

  • Mengenal Gredoan, Tradisi Mencari Jodoh Dari Banyuwangi

    Berbeda dengan dengan Omed-omedan yang dilakukan secara terbuka dan disaksikan banyak orang. Gredoan yang ada di Banyuwangi dilakukan secara terpisah antara pria...