Nov 29 2016

Dibalik Kemeriahan Budaya ‘Color Run’

Sebenarnya budaya Color Run sendiri booming di Indonesia tahun 2015 lalu, tapi tidak ada salahnya untuk kita mengetahui apa sih ‘Color Run’ itu? Dan kenapa bisa jadi budaya?

Awalnya, Color Run ini adalah budaya yang diadaptasi dari perayaan Holi, India. Ya, perkembagan baru tentang istilah Color Run lalu dimodifikasi dan pertama kali diselenggarakan pada Januari 2012. di Tempe, Arizona Amerika Serikat. Negara Asia yang pertama kali mengadakan budaya ini adalah Singapura.

Dibalik Kemeriahan Budaya 'Color Run'

Color Run mungkin lebih mirip sebuah festival olahraga, kenapa? Karena biasanya Color Run dilakukan sambil mengikuti kegiatan berlari ataupun jalan sehat sejauh 5 kilometer, dengan tambahan unik bubuk warna warni yang akan menyambut peserta tiap satu kilometernya. Lalu jika sudah tiba sesi akhir, para peserta kemudian akan diberikan sebuah bubuk warna-warni yang akan dilemparkan bersamaan saat peserta menari bersama dengan iringan musik modern oleh Disc Jockey (DJ). Kemeriahan tersebut juga dilengkapi seprotan air yang akan memberikan kesan sangat menyenangkan pada peserta yang telah berlari sangat jauh tersebut.

Dibalik Kemeriahan Budaya 'Color Run'

Dibalik Kemeriahan Budaya 'Color Run'

Dibalik Kemeriahan Budaya 'Color Run'

Dibalik Kemeriahan Budaya 'Color Run'

Di Amerika tahun 2012 lalu, Color Run yang pertama kali muncul langsung melejit dengan anggota peserta yang sangat signifikan. Terbukti setelah satu tahun setelahnya, yaitu pada tahun 2013, peserta mengalami peningkatan banyak dan mencapai 1 juta peserta, dari kalangan manusia di berbagai negara berbeda.

Color Run disebut juga sebagai sebuah budaya untuk pemuda-pemudi masa kini, dan budaya ini hanya populer di masyarakat modern. Sering juga masyarakat menyebutnya sebagai Pop Culture. Budaya yang senantiasa lahir di tengah-tengah kehidupan manusia yang sangat konsumtif.

Kita mengerti jika era dari zaman sekarang dunia sedang memandang bangsa Barat karena mereka sudah memiliki peradaban yang paling maju. Maka dari itu, kita sebagai bangsa yang berkembang yang dalam fase di bawah bangsa Barat akan selalu cenderung berusaha untuk mengikutinya tanpa melihat bahwa budaya itu sesuai atau tidak dalam budaya asli bangsa sendiri. Namun tetap saja, sangat diharapkan bagi kita sebagai generasi muda bangsa mampu mengendalikan efek budaya asing. Walaupun tentunya hal ini bukanlah hal yang baru dalam masyarakat, namun masyarakat terbukti cenderung susah untuk membentengi diri. Dengan bersikap kritis diharapkan masyarakat mampu menciptakan budaya sendiri yang sesuai dengan identitas bangsa Indonesia.

Baca lainnya : 4 Kawasan Indonesia Yang Terkenal Karena Kesaktian Dukunnya

Dibalik Kemeriahan Budaya ‘Color Run’ |

  • Bangsa-bangsa Kuno Yang Terkenal Dengan Maksiat Gila

    Jika kita melihat kembali pada kehidupan zaman kuno, apa yang terpikirkan? Mungkin tentang kehidupan mereka? Ya, bangsa-bangsa kuno seperti pada era Mesir...

  • Mengenal Tsantsa, Tradisi Mengecilkan Kepala Suku Indian

    Tradisi unik yang bisa dibilang agak ngeri ini tidak lain adalah milik suku Indian, yaitu pengecilan / penyusutan kepala secara ‘sengaja’. Memang...

  • Menelisik Kehidupan Pejuang Kita Di Pengasingan Boven Digoel

    Diasingkan di tempat pengasingan, bukan hal baru bagi para pejuang kita dulu. Bahkan ini sudah menjadi hal yang lumrah dan pengasingan tersebut...

  • 7 Suku Yang Akhirnya Membuka Diri Dengan Dunia Modern

    Seperti suku-suku di dunia yang kita ketahui, sebagian dari mereka mulai membuka diri pada dunia modern, namun sebagian lagi masih enggan dan...