Jul 13 2016

4 Macam Upacara Adat Pantai Unik di Jawa Barat

Jawa Barat sangat terkenal dengan keindahan pantai selatan yang banyak menjadi destinasi wisata favorit liburan keluarga. Selain dapat menikmati pemandangan yang sangat indah, pantai di sekitar Jawa Barat sering mengadakan berbagai macam upacara adat yang unik yang dapat menambah wawasan ragam budaya Indonesia.

Baca Juga : 5 Keyakinan Asli Indonesia Yang Tidak Pernah Diakui Pemerintah

Tim budaya.ijomuda.com akan memberikan sedikit paparan tentang 5 Macam Upacara Adat Unik Pantai di Jawa Barat, berikut ini :

4 Upacara Adat Pantai Unik di Jawa Barat

  1. Upacara Adat Labuh Saji di Pantai Pelabuhan Ratu, Sukabumi
    upacara adat labuh sajiPantai yang terkenal kemistisannya Nyi Roro Kidul ini memiliki tradisi unik yang dilaksanakan oleh para nelayan untuk menjunjung tinggi para leluhur mereka. Upacara Labuh Saji ini juga bertujuan utnuk ungkapan rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi kesejahteraand an keberkahaan kepada mereka. Upacara ini telah dilakukan secara turun temurun dimulai sejak abad ke-15 untuk memberikan penghormatan kepada seorang putri yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat nelayan dengan cara menjatuhkan/melabuhkan sesajen ke laut dengan harapan agar tangkapan mereka dapat melimpat setiap tahun dan memilihara hubungan baik dengan Nyi Roro Kidul. Uniknya lagi ketika upacara adat pantai ini digelar akan ditampilkan sepasang ayah dan putrinya yaitu Mayangsagara dan Bagus Setra untuk diarak dari Pedapa Kabupaten Sukabumi ke dermaga Pelabuhan Ratu diakhir dengan pelepasan ribuan Tukik (anak penyu) ke dalam laut. Tentu hal ini menjadi pusat perhatian para pengunjung yang datang. Acaranya biasanya rutin dilakukan pada tanggal 6 April (Hari Nelayan) tiba.
  2. Syukur Laut di Pantai Pamayang, Tasikmalaya
    upacara adat syukur lautPantai pamayang terletak di Kab. Tasikmalaya sekitar 7 km dari Pantai Cipatujah. Pantai Pamayang menjadi pusat kegiatan nelayan di sekitar Pantai Selatan Tasikmalaya. Syukur Laut menjadi upacara adat tahunan yang rutin dilakukan sejak tahun 1973, nama kegiatannya pun berganti-ganti dimulai dari Hajat Laut, Pesta Nelayan, Pesta Pantai, Pesta Laut dan Syukur Laut. Sama hal nya seperti upacara adat lainnya, Syukur laut dilakukan oleh para nelayan sebagai rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat dan nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kampung nelayan tersebut. Jika dahulu sering memberikan sesaji berupa bunga 7 rupa, kepala hewan ternak, kerbau, kepala kambing hitam untuk dihanyutkan ke laut, seiring berjalannya waktu sesaji yang dilabuhkan ke laut hanyalah jampana kosong dimana sehari sebelumnya seluruh nelayan setempat telah mengadakan pengajian bersama dan prosesi upacara adat serta gelar seni yang dihadiri oleh seluruh nelayan dan aparat setempat. Tak hanya itu pemerintah setempat ikut serta meramaikan acara tersebut dengan mengadakan perlombaan untuk para nelayan seperti merajut jaring, membuat tali pemberak, tarik tambang perahu, dll. Acaranya biasanya berlangsung pada bulan Desember atau pertengahan tahun.
  3. Balap Kerbau di Pantai Cipatujah, Tasikmalaya
    upacara adat balap kerbauMasih di Tasikmalaya, Pantai Cipatujah memang cukup terkenal dibandingkan pantai lainnya. Ciri khas dari pantai Cipatujah yaitu batu karang yang indah sering menjadi tempat berkembang biak ikan-ikan. Ada tradisi unik yang sering dilakukan oleh masyarakat disana, bila di Madura terkenal dengan karapan sapi di Pantai Cipatujah terdapat Balapan Kerbau. Kerbau menjadi hewan ternak yang banyak di pelihara di daerah tersebut oleh karena itu para perternak kerbau melombakan hewan ternak nya masing-masing dengan diiringi oleh kesenian rakyat seperti kendang penca, dogdog maupun buncis. Balap kerbau biasanya dilakukan di lahan seluas sekitar 40 hektar dimana kita dapat mempelajari bertenak kerbau dengan pendekatan yang konvensional. Selain itu juga acara tersebut diadakan “Kumpul Kebo” yang berarti berkumpul bersama kerbau-kerbau peliharaan.
  4. Upacara Nadran, Karawang
    upacara adat nadranKata nadran berasal dari bahasa Arab yang berarti syukuran. Maksud dan tujuan dari upacara nadran dilakukan yaitu sebagai ungkapan rasa syukur nelayan kepada Tuhan YME atas haril panen ikan yang melimpah dan memohon agar di masa mendatang mengahasilkan ikan yang lebih banyak lagi. Selain itu juga Upacara Nadran dilakukan untuk meminta keselamatan para nelayan dari gangguan roh halus dan jahat. Pada acara tersebut menampilkan cerita rakyat berupa pagelaran Wayang Kulit yang mengambil cerita tentang lakon Bedug Basu (Raja Ikan). Diadakan acara tersebut yaitu biasanya pada bulan juni minggu ke dua.

Bagaimana sangat menarik bukan ? Apakah anda berminat untuk mengunjungi upacara adat tersebut ? Selain dapat menambah wawasan , anda juga telah ikut andil dalam melestarikan budaya indonesia. SEMOGA BERMANFAAT

| 4 Macam Upacara Adat Pantai Unik di Jawa Barat

  • Karakter Wayang Golek Indonesia Yang Paling Terkenal

    Kesenian pewayangan atau wayang, di Indonesia termasuk salah satu Budaya yang cukup dikenal hingga mancanegara. Wayang terbagi kedalam 3 jenis hingga saat...

  • Keunikan “Ki Lengser” dalam Tradisi Mapag Panganten Khas Sunda

    Siapa sih yang tidak mengenal Ki Lengser ? Hampir semua orang sunda pasti pernah melihat atraksi ki lengser pada saat upacara “Mapag...

  • Ciri Khas “Pangsi” Pakaian Rebo Nyunda yang Membudaya

    Selamat pagi sahabat budaya, karena kebetulan hari ini hari rabu maka tim budaya ijomuda akan membahas tentang “Rebo Nyunda”. Apa sih “Rebo...

  • Mengenal Kampung Adat Kuta di Ciamis, Jawa Barat

    Jika di Tasikmalaya memiliki kampung naga sebagai kampung adatnya, di Ciamis juga memiliki Kampung Adat yang bernama Kuta. Kampung Kuta Tambaksari berada...